Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) didirikan pada 1
Januari 1911 dengan nama waktu itu Besoekisch Proefstation.
Setelah mengalami beberapa kali perubahan baik nama maupun
pengelola, saat ini secara fungsional PPKKI berada di bawah Badan
Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian
Republik Indonesia, sedangkan secara struktural dikelola oleh
Lembaga Riset Perkebunan Indonesia – Asosiasi Penelitian
Perkebunan Indonesia (LRPI – APPI).
Sejak berdiri pada tahun 1911, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao
Indonesia berkantor di Jl. PB. Sudirman No. 90 Jember. Namun mulai
1987 seluruh kegiatan/operasional dipindahkan ke kantor baru
berlokasi di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Jember berjarak +
20 km arah Barat Daya dari Kota Jember
Tugas Pokok dan Fungsi
-
Melakukan penelitian guna mendapatkan
inovasi teknologi di bidang budidaya dan pengolahan
hasil kopi dan kakao
-
Melakukan kegiatan pelayanan kepada
petani/pekebun kopi dan kakao di seluruh wilayah Indonesia
guna memecahkan masalah dan mempercepat alih teknologi
-
Membina kemampuan di bidang sumberdaya
manusia, sarana dan prasarana guna mendukung kegiatan
penelitian dan pelayanan.
Visi dan Misi
-
Menjadi salah
satu lembaga penelitian dan pengembangan kopi dan kakao yang
unggul dan terpercaya di Asia pada tahun 2025
-
Melaksanakan
penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan inovasi
agroindustri kopi dan kakao yang sesuai dengan dinamika
kebutuhan pengguna
Rencana Strategis
Tujuan
:
Menghasilkan
inovasi teknologi yang komprehensif, yang dapat menunjang; peningkatan
produktivitas tanaman kopi dan kakao,
peningkatan
dayasaing kopi dan kakao melalui peningkatan kualitas dan
diversifikasi produk,
konservasi
dan efisiensi sumberdaya,
terciptanya
industri perkebunan yang mantap dan berkesinambungan.
Program :
Program penelitian dan
pengembangan yang dilaksanakan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao
Indonesia mengacu program Badan Penelitian dan Pengembangan
Pertanian, antara lain meliputi program:
-
Program penelitian
dan pengembangan sumberdaya pertanian, dengan kegiatan:
penelitian
hibrida kopi tahan nematoda parasit untuk daerah beriklim basah,
eksplorasi,
konservasi, koleksi, dan pemanfaatan plasma nutfah kopi dan
kakao
-
Program penelitian
dan pengembangan teknologi tinggi dan strategis komoditas
perkebunan:
Perakitan teknologi
pengendalian hama penggerek buah kakao dan penyakit busuk buah
kakao, optimalisasi
lahan perkebunan kopi dan kakao pola konservasi dengan tanaman
industri, rekayasa
teknologi industri hilir kopi dan kakao skala kelompok tani
-
Program pengembangan
sumberdaya informasi
iptek, diseminasi dan penjaringan umpan balik:
Diseminasi, penyuluhan
dan penyebaran informasi hasil penelitian
Sumberdaya Manusia:
Sumberdaya manusia Pusat Penelitian Kopi dan
Kakao Indonesia saat ini berjumlah 281 orang, yang terbagi dalam 3
bidang tugas, yaitu bidang penelitian dan pelayanan, bidang usaha,
dan bidang administrasi/penunjang. Peneliti berjumlah 27 orang,
terdiri atas 8 orang berijasah S3, 16 orang berijasah S2, dan 3
orang berijasah S1. Berdasarkan jabatan fungsionalnya dapat
dikelompokkan 7 orang Peneliti Utama, 12 orang Peneliti Madya, 6
orang Peneliti Muda, 1 orang Peneliti Pertama, dan 1 orang
peneliti non kelas.
Sarana Penelitian:
Kebun Percobaan dan Areal Kantor seluas 380
ha, terdiri atas kebun percobaan kopi arabika (KP. Andungsari
ketinggian 100-1.200 m dpl.), kopi robusta dan kakao (KP.
Kaliwining dan KP. Sumberasin ketinggian 45-550 m dpl.).
Laboratorium yang dipunyai seluas 2.365 m2 dengan
peralatan sejumlah 850 unit. Terdiri dari Laboratorium Pemuliaan
Tanaman, Laboratorium Fisika Tanah, Kimia Tanah dan Biologi Tanah,
Laboratorium Kultur Jaringan, Laboratorium Mekanisasi Pertanian,
Laboratorium Pengolahan Hasil, Laboratorium Pengawasan Mutu, Pusat
Informasi dan Pelatihan.
Koleksi buku dan majalah di
perpustakaan sebanyak 38.706 judul dan 38.983 eksemplar, terdiri
atas 7.622 judul artikel tentang kopi, 5.024 judul artikel
kakao, dan lebih dari 15.677 judul artikel tentang karet,
tembakau, dan tanaman lainnya.
Disseminasi hasil penelitian dilakukan lewat penerbitan Jurnal
Penelitian Kopi dan Kakao PELITA PERKEBUNAN, Majalah semi populer
WARTA PUSAT PENELITIAN KOPI DAN KAKAO, brosur teknis, leaflet,
poster, forum pameran, forum pelatihan, forum temu teknis maupun
simposium





