Home Laboratorium Lab. Agronomi

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Indonesia

  • Pendaftaran
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.
  • Cari

Laboratorium Agronomi

E-mail Cetak PDF

Rencana kegiatan penelitian Divisi Agronomi Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dalam lima tahun ke depan, tidak terlepas dari rencana strategis penelitian Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.  Penelitian mengenai peningkatan produktivitas kopi dan kakao salah satunya akan difokuskan pada penelitian ekofisiologi tanaman yang diharapkan mampu memberikan jawaban yang mendasar mengenai upaya peningkatan produktivitas tanaman. Penelitian ekofisiologi pada tanaman kakao, lima tahun ke depan akan diprioritaskan untuk mengendalikan pertunasan, efisiensi proses metabolisme, persaingan dengan tumbuhan lain dan mengatasi masalah layu pentil (cherelle wilt). Kajian fisiologis  pengendlian penyakit VSD pada kakao dengan cara sambung kanopi menggunakan klon yang tahan, juga menjadi fokus penelitian Agronomi. Penelitian eko-fisiologi kopi akan mengamati interaksi batang bawah kopi tahan nematoda dan kekeringan dengan batang atas sejumlah klon unggul terhadap tingkat  produksi dan kualitas hasil. Optimasi metode taksasi hasil kopi pada fase bunga, pentil “mata yuyu” serta buah muda, juga akan dilakukan. Demikian pula optimasi hasil buah kakao yang selama ini tingkat akurasinya masih kurang dari 60%, akan dilakukan.

Penelitian yang sifatnya aplikatif antara lain upaya konservasi dan pelestarian lingkungan menghadapi isu pemanasan global dan eksploitasi lingkungan yang sangat intensif. Mendasarkan pada laporan PT. Perkebunan Nusantara XII (2003) yang menyatakan bahwa sejak dekade 1990-an produktivitas tanaman kopi maupun kakao cenderung terus menurun. Produktivitas kopi robusta dan kakao lindak dalam dasa warsa 1981-1990 rata-rata sekitar 1.400 kg/ha dan 1.100 kg/ha, dalam dasa warsa 1991 – 2003 menjadi tinggal sekitar 800 kg/ha dan 500 kg/ha. Penurunan produktivitas tersebut erat kaitannya dengan perubahan-perubahan lingkungan di daerah tropika sebagai akibat dari pembukaan hutan, pemanasan global sebagai akibat emisi CO2 dan “gas-gas rumah kaca” lainnya yang berlebihan. Dampak dari perubahan tersebut sudah tampak dari turunnya produktivitas, kualitas hasil, debit air, kadar bahan organik tanah, serta naiknya suhu lingkungan. Oleh sebab itu, paradigma pembangunan pertanian yang cenderung bersifat eksploitatif tersebut perlu diubah menjadi yang berwawasan lingkungan.

Mendasarkan pada fenomena tersebut, sejumlah kegiatan penelitian dari Divisi Agronomi memfokuskan pada upaya konservasi lahan melalui polatanam Agroforestri menggunakan sejumlah spesies tanaman kayu industri sebagai penaung  kopi dan kakao serta tanaman semusim sebagai tanaman sela. Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah membaiknya siklus nutrisi, meningkatnya CO2 tersimpan serta  meningkatkan daya dukung lahan sehingga memberikan peluang yang kondusif bagi usaha pertanian yang berkelanjutan.

PELAYANAN LABORATORIUM

  • Pengujian Benih (vigor benih, daya kecambah, kecepatan kecambah, kemurnian benih dan penentuan nilai pakai benih).

  • Pengujian fisiologis tanaman (indeks stomata, kandungan klorofil, dan laju transpirasi).

PELAYANAN LAPANGAN

  • Teknologi aklimatisasi kopi dan kakao hasil perbanyakan somatic embryogenesis

  • Teknologi klonalisasi kopi dan kakao secara konvensional

  • Teknologi pemangkasan kopi dan kakao

  • Teknologi pengelolaan tanaman penaung kopi dan kakao

  • Rehabilitasi Kopi dan Kakao melalui sambung samping dan sambung pucuk

  • Rekomendasi optimalisai lahan dan paket pola tanam diversifikasi kopi dan kakao dengan spesies tanaman semusim

  • Rekomendasi optimalisasi lahan dan paket pola tanam diversifikasi kopi dan kakao dengan spesies tanaman kayu industri

  • Teknologi kultur teknis pengendalian penyakit Vascular Streak Dieback

  • Teknologi pengelolaan gulma

  • Teknologi pengukuran karbon tersimpan dalam kebun kopi dan kakao

  • Teknologi pengelolaan legume cover crops

  • Analisis usaha tani meliputi kelayakan usaha tani dan based line study

DISEMINASI HASIL PENELITIAN

Hasil aktivitas penelitian diterjemahkan melalui publikasi ilmiah, petunjuk teknis, seminar, temu lapang dan simposium. Aplikasi hasil penelitian secara berkelanjutan dilakukan pengawasan melalui kegiatan pendampingan. Keberhasilan kegiatan ini akan dievaluasi dengan ada atau tidaknya tambahan manfaat dan tambahan pendapatan bagi petani kopi dan kakao setelah teknologi ini dilakukan melalui evaluasi techno-economy.

Setidaknya ada beberapa kegiatan diseminasi hasil penelitian sebagai salah satu tahapan transfer teknologi. Salah satunya melalui kegiatan program peningkatan pendapatan petani melalui inovasi (P4MI) di: Kabupaten Donggala-Sulawesi Tengah, Kabupaten Ende-Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Temanggung-Jawa Tengah. Juga beberapa rekomendasi paket budidaya kopi dan kakao untuk petani-petani di sekitar perusahan-perusahan yang mengembangkan kopi dan kakao sebagai salah satu program company social responsibility (CSR).

Terakhir Diupdate ( Senin, 28 Desember 2009 05:47 )  

Agenda Kegiatan

September 2010
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2