| |
|
Krisis BBM, tantangan dan peluang dunia
perkebunan:
Krisis
bahan bakar minyak (BBM) yang melanda negeri kita saat ini, telah
membawa seluruh lapisan masyarakat ke dalam dunia keprihatinan,
kalau tidak dibilang sebagai kepanikan. Bagi dunia perkebunan,
situasi yang berkembang memiliki implikasi yang sangat luas
khususnya perkebunan besar yang notabene sangat kental dengan
penggunaan BBM. Bukan hanya karena naiknya tuntutan pengeluaran
karena naiknya harga-harga kebutuhan pokok yang terutama dirasakan
oleh karyawan....Edisi
VI Okt. 2005 |
|
Malaysia geser dominasi impor
kakao Indonesia:Ekspor biji kakao Indonesia yang pada
tahun 2004 mencapai 276.000 ton, ternyata sebagian besar (45.5%)
diekspor ke negeri Jiran Malaysia. Amerika Serikat yang pada tahun
tahun sebelumnya disebut sebagai negara pengimpor terbesar kakao
Indonesia saat ini menduduki urutan kedua, yakni sebesar 30,49%.
........ Edisi
VII Nov. 2005 |
|
Program Revitalisasi Kakao Nasional:
Pengusahaan kakao di Indonesia dimulai pada awal abad 19 namun
pengembangannya secara besarbesaran baru dimulai awal 1980-an dan
hingga kini mencapai hampir 1 juta ha dengan Sulawesi sebagai
sentranya. Pengusahaan kakao telah menempatkan Indonesia sebagai
negara penghasil kakao terbesar ke tiga di dunia setelah Ivory
Coast dan Ghana dengan nilai ekspor tidak kurang dari U$600.000
per tahun. Pertumbuhan ekspor kakao Indonesia per tahun pun masih
terus meningkat dengan laju 3.3%, di atas ratarata laju ekspor dunia
1.7%. Namun sangat disayangkan produktivitas dan kualitas hasil
kakao secara nasional masih tergolongrendah dan cenderung terus
menurun. Faktor-faktor yang ditenggarai menjadi penyebab antara lain
serangan hama PBK yang kerugiannya tidak kurang dari US$ 200 juta
per tahun, sebagian pertanaman kakao sudah tua dan sebagian besar
petani belum memanfaatkan bahan tanam unggul. Oleh karena itu,
program revitalisasi kakao nasional akan dilakukan untuk mengatasi
berbagai permasalahan ini. Dukungan bahan tanam unggul, terutama
yang berdayahasil tinggi dan atau tahan PBK, merupakan komponen
teknologi penting dalam mendukung program revitalisasi kakao
nasional ini ........ Edisi
VIII Maret 2006 |
| |
|
|
 |
|
|