 |
LATAR BELAKANG
Salah satu komoditas unggulan program
revitalisasi perkebunan adalah kakao, dengan kegiatan utama berupa
perluasan areal, peremajaan dan rehabilitasi tanaman. Untuk
mendukung program tersebut, diperlukan ketersediaan bahan tanam yang
berkualitas dan dalam skala massal. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao
Indonesia bekerjasama dengan NESTLE Perancis menerapkan teknologi
somatic embryogenesis untuk perbanyakan klon kakao unggul. Karena
metode tersebut belum berjalan secara maksimum, metode perbanyakan
secara konvensional masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bahan
tanam yang terus meningkat pesat.
Kerusakan ekosistem sebagai akibat penebangan
hutan yang tidak terkendali, telah berdampak luas terhadap
kelestarian alam, pemanasan global dan mengancam perekonomian
nasional. Kondisi tersebut antara lain berdampak pada produktivitas
kakao yang rendah, yakni hanya sekitar 660 kg/ha. Laju kerusakan
lingkungan perlu dihambat dengan memanfaatkan sumber daya domestik
seperti bahan tanam unggul, perlindungan tanaman yang tepat dan
berwawasan lingkungan, pengelolaan hara dan penggunaan air yang
efisien. Areal perkebunan kakao dengan struktur tajuk berstrata, dua
atau tiga, mempunyai potensi yang baik sebagai penyangga kelestarian
lingkungan. Penerapan pola konservasi lingkungan berbasis kebun
produktif diharapkan dapat menjadi model pengembangan usaha kakao
yang berkelanjutan.
Serangan hama PBK (Penggerek Buah Kakao) dan
penyakit VSD (Vascular Streak Die-back) di beberapa daerah penghasil
kakao telah mengancam keberlanjutan usaha kakao nasional. Selain
berdampak pada produktivitas, serangan penyakit VSD mampu menurunkan
kesehatan tanaman secara signifikan. Untuk itu perlu dicari cara dan
formula yang tepat, berdaya guna, dan dapat dipraktekkan untuk
mencegah penyebarannya dan menekan tingkat kerusakan yang
diakibatkannya. |
|
Disamping bermanfaat secara ekonomis, kakao dan produk cokelat
memiliki manfaat khusus bagi kesehatan. Senyawa polifenol dan
sejumlah asam lemak tidak jenuh yang dikandungnya, bermanfaat
sebagai antioksidan dan mencegah arteriosklerosis. Aspek yang
spesifik ini akan diangkat dalam simposium kali ini, disamping
kemajuan pengembangan produkhilir yang dapat dilaksanakan dalam
skala kecil, menengah dan besar. Untuk itu diperlukan dukungan
kebijakan yang kondusif ditingkat daerah dan pusat dalam
mengembangkan teknologi proses, penyediaan alat dan pemasaran
hasilnya, baik didalam dan diluar negeri.
Melalui kegiatan SIMPOSIUM ini, seluruh komponen pelaku bisnis kakao
diharapkan meberikan masukan, ide, gagasan dan pengalama yang
selanjutnya secara bersama memformulasikan dalam bentuk rumusan dan
rekomendasi yang bermanfaat dan operasional guna mewujudkan
perkakaoan nasional yang berdaya saing, bernilai tambah dan
berkelanjutan.
TEMPAT DAN
WAKTU
Simposium 2008 akan diselenggarakan di
Denapasar pada tanggal 22-24 Oktober 2008. Hari ketiga berupa field
trip ke kebun dan industri cokelat. Kepastian tempat dan
jadwal acara, akan disampaikan dalam Edaran II.
PESERTA
Simposium diharapkan dapat diikuti oleh :
Simposium diharapkan dapat
diikuti oleh, Unsur Pemerintah Pusat dan Daerah, Komisi
Kakao Indonesia, Dewan Kakao Indonesia, Dinas Perkebunan
Provinsi dan Kabupaten, Perusahaan Perkebunan Negara / Swasta,
Petani Kakao / Asosiasi Petani Kakao , Lembaga Penelitian, Perguruan
Tinggi, Perbankan, Industri kakao, Industri pupuk,
pestisida, LSM, dll.
MATERI
Materi yang akan dibahas adalah
sebagai berikut :
A. Materi kunci :
-
Percepatan revitalisasi kakao
di Indonesia (Direktorat Jenderal Perkebunan/Jakarta).
-
Percepatan pengembangan
industri pengolahan kakao dan industri cokelat dalam negeri (Direktorat
Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian/Jakarta).
-
Contribution of cocoa
plantation in reducing the impact of climate change (Prof. Dr.
Kees Stigter - International Society of Agricultural Meteorology-INSAM/The
Netherlands).
-
Performance of cocoa
cultivation using somatic embryogenesis planting material in some
producing countries (NESTLE Research Centre Tours/France).
-
Bio-security implementation to
enhance competitiveness of Indonesian cocoa in global market (Dr.
Keng-Yeang Lum/CABI/Malaysia).
B. Materi Teknis :
-
Ketahanan Tanaman Kakao
Terhadap Hama Penggerek Buah Kakao (PBK).
-
Pengendalian Penyakit VSD
(Vascular Streak Dieback) Secara Terpadu.
-
Pengembangan rekomendasi pupuk
nitrogen berdasarkan fraksi N organik, kaitannya dengan keamanan
lingkungan perkebunan kakao.
-
Peranan perkebunan kakao dalam
mitigasi banjir dan pemanasan global.
-
Peranan sejumlah spesies kayu
industri dlam memperbaiki kualitas lahan serta kajian neraca
nutrisi dan produktivitas tanaman kakao muda yang diusahakan denga
tanaman jati dan sengon.
-
Aspek agronomis dan ekonomis
perbanyakan kakao klonal secara konvensional serta metode
pengemasan bibit.
-
Produktivitas lahan kebun kakao
dengan tanaman sela nilam dan iles-iles.
-
Pengembangan pupuk ganul
berbahan baku kulit buah kakao dan mineral alami.
-
Pengalaman pendampingan
mayarakat sekitar tambang batubara dalam berusahatani kakao.
-
Penyimpanan benih kakao dengan
atmosfir terkontrol serta pemanfaatan perangkat elektronik digital
untuk mengukur kadar air benih kakao dan tingkat fermentasi.
-
Pemanfaatan lemak kakao yang
terserang PBK dan senyawa kalium dari kulit kakao untuk pembuatan
sabun padat dan sabun cair.
-
Pemanfaatn biofuel untuk
penyangraian biji kakao.
-
Manfaat kakao untuk kesehatan.
-
Model kelembagaan kakao rakyat
untuk mendukung penyediaan bahan baku bermutu dan berkelanjutan.
INFO
PENTING :
-
Informasi lebih lengkap
mengenai Simposium Kakao 2008 akan disampaikan pada edaran II yang
akan dikirim ke pada para calon peserta.
-
Panitia tidak menyediakan
akomodasi dan transportasi.
-
Panitian menerima makalah yan
berkaitan dengan Siimposium.
Informasi lengkap silahkan menghubungi,
Ø
Purmiati
Atuti N.
(
081 249 533 54
);
Ø
Pujiyanto
(
08129462028
);
Ø
Agus Budi
S.
(
0811353377
)
|